News Update :
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Askep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Askep. Tampilkan semua postingan

ASKEP TYPUS ABDOMINALIS

TYPUS ABDOMINALIS
DEFINISI

Typus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran cerna, gangguan kesadaran, dan lebih banyak menyerang pada anak usia 12 – 13 tahun ( 70% - 80% ), pada usia 30 - 40 tahun ( 10%-20% ) dan diatas usia pada anak 12-13 tahun sebanyak ( 5%-10% ). ( Kapita selekta kedokteran edisi 3 )

Typus abdominalis adalah Penyakit infeksi akut usus halus yang di sebabkanoleh Salmonella Typosa O, Salmonella H, Salmonella paratypi A , dan salmonella paratypi B(Soeparman 1997).
Penyakit typus abdominalis adalah penyakit infeksi akut dengan gejala demam lebih dari 1 minggu. Gangguan pencernaan yang terjadi adalah bibir kering, lidah kotor, selaput putih, ada perut kembung nyeri tekan. Pada umumnya diare, kesadaran menurun ringan sampai berat umumnya apatis penurunan kesadaran ( Jumaidi, dkk 1997 ).

Typus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari 1 minggu, gangguan pencernaan dan gangguan kesadaran (ngartiyah, 1955).



2. ETIOLOGI

a. Salmonella thyposa, basil gram negative yang bergerak dengan bulu getar, tidak bersepora mempunyai sekurang-kurangnya tiga macam antigen yaitu:
- antigen O (somatic, terdiri darizat komplekliopolisakarida)
- antigen H(flagella)
- antigen V1 dan protein membrane hialin.
b. Salmonella parathypi A
c. salmonella parathypi B
d. Salmonella parathypi C
e. Faces dan Urin dari penderita thypus


Download Selengkapnya DISINI
komentar (1) | | Read More...

ASKEP LEUKIMIA

PENDAHULUAN

Leukemia adalah kanker anak yang paling sering. Mencapai lebih kurang 33% dari keganasan pediatrik. Leukemia limfoblasik akut (LLA) berjumlah kira-kira 75% dari semua kasus. Dengan insidensi tertinggi pada umur 4 tahun. Leukimia mieloid akut (LMA) berjumlah kira-kira 20% dari leukimia. Dengan insidensi yang tetap dari lahir sampai umur 10 tahun. Meningkat sedikit pada masa remaja. Leukimia sisanya adalah bentuk kronis: leukimia limfositik kronis (LLK) jarang ditemukan pada anak. Insidensi tahunan keseluruhan dari leukimia adalah 42,1 tiap juta anak kulit putih dan 24,3 tiap juta anak kulit hitam. Perbedaan itu terutama disebabkan oleh rendahnya kejadian LLA pada kulit hitam. Gambaran klinis umum dari leukimia adalah serupa karena semuanya melibatkan kerusakan hebat fungsi sumsum tulang. Tetapi, gambaran klinis dan laboratorium spesifik berbeda dan ada perbedaan dalam respon terhadap terapi dan perbedan dalam prognosis.



Dalam referat ini akan membahas lebih rinci mengenai klasifikasi, patofisiologi, etiologi, gejala klinis dan pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan, monitoring dan prognosis.

I. Definisi
Leukimia atau kanker darah adalah keganasan pada organ pembuat sel darah, berupa proliferasi patologis sel hemapoetik muda yang ditandai oleh adanya kegagalan sum-sum tulang dalam membentuk sel darah normal dan disertai infiltrasi ke organ-organ lain.
Kata leukimia berarti “darah putih”, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.


dOWNLOAD sELENGKAPNYA disini
komentar | | Read More...

ASKEP TROMBOSIS SINUS KAVERNOSUS

TROMBOSIS SINUS KAVERNOSUS

 Definisi : penyumbatan vena besar di dasar otak (sinus kavernosus)

 Penyebab
- Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dari sinus atau di sekitar hidung.
- Infeksi menyebar sari sinus atau kulit di sekitar hidung ke oatk secara langsung maupun melalui vena.



 Gejala
Gejala berupa :
- Penonjokan bola mata
- Sakit kepala hebat
- Koma
- Kejang
- Kelainan sistem saraf lainnya
- Demam tinggi

 Diagnosa : diagnosa di tegakkan berdasarkan gejala dan basil pemeriksaan fisik.
Untuk menentukan bakteri penyebab infeksi dilakukan pemeriksaan terhadap darah dan contoh cairan, lender, maupun nanah dari tenggorokan dan hidung.
Biasanya juga di lakukan CT Scan Sinus mata dan otot.

 Pengobatan : Antibiotik dosis tinggi IV, jika masih belum membaik, di lakukan pembedahan untuk mengeringkan sinus.

Download Selengkapnya DISINI
komentar | | Read More...

ASKEP TUBERKULOSIS PARU

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat, tuberkulosis paru boleh dikatakan relatif mulai langka. Dalam urutan penyakit-penyakit yang disusun menurut frekuensi, baik morbiditas maupun mortalitas, tuberkulosis paru menduduki tempat yang jauh lebih rendah dibanding penyakit-penyakit seperti kanker dan kelainan-kelaianan kardiovaskular. Hal ini adalah berkat tingginya standar hidup (kondisi perumahan, gizi, dan sebagainya) dan kemajuan-kemajuan dalam cara pengobatan.



Di Indonesia faktor-faktor tersebut diatas masih banyak memerlukan perbaikan dan frekuensi penyakit tuberkulosis paru masih cukup tinggi. Hasil penelitian penulis pada tahun tujuh puluhan terhadap ribuan buruh perusahaan, pegawai kantor, mahasiswa dan pelajar, yang menjalani pemeriksaan Roentgen (check-up) secara massal, menujukkan angka yang masih cukup tinggi, yaitu sekitar 3% ditemui adanya kelainan yang didiagnosis sebagai proses spesifik (tuberkulosis). Penelitian yang dilakukan oleh suatu tim WHO didaerah Yogyakarta dalam kurun waktu yang sama, dengan disertai pemeriksaan bakteriologik, menunujukkan hasil yang kurang lebih sama.

Download Selengkapnya DISINI
komentar | | Read More...

ASKEP KANKER GINJAL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Hampir semua tumor ureter adalah karsinoma sel transisional. Kira-kira dua pertiga terdapat pada bagian distal ureter. Keluhan utama adalah hematuria dan nyeri. Pada pielografi intravena terlihat tanda khas, yakni obstruksi, defek isian, dan dilatasi ureter di sebelah proksimal obstruksi.
Batu ureter tradiolusen dan stenosis ureter karena desakan kelenjar yang membesar dapat menunjuk tanda yang sama dengan tumor ureter. Diagnosis pasti ditentukan berdasarkan penemuan tumor primer atau payaran-CT.



1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Ca ureter ?
2. Apa penyebab dari Ca ureter ?
3. Bagaimana gejala dari Ca ureter ?
4. Bagaimana penatalaksanaan medis dari Ca ureter ?
5. Bagaimana potofisiologi dari Ca ureter ?
6. Bagaimana asuhan keperawatan dari Ca ureter ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa itu tumor ureter ?
2. Untuk mengetahui apa saja penyebab dari Ca ureter ?
3. Mengetahui gejala-gejala yang timbul akibat Ca ureter ?
4. Mengetahui bagaimana penatalaksanaan atau pengobatan apabila terkena Ca ureter ?
5. Mengetahui bagaimana patofisiologi dari Ca ureter ?
6. Mengetahui asuhan keperawatan pada Ca ureter ?

Download Selengkapnya DISINI
komentar | | Read More...

ASKEP EFUSI PLEURA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pleura adalah suatu lapisan ganda jaringan tipis yang terdiri dari : sel-sel mesoteliat, jaringan ikat, pembuluh-pembuluh darah kapiler, dan pembuluh-pembuluh getah bening. Seluruh jaringan tersebut memisahkan paru-paru dari dinding dada dan mediastinum.
Efusi pleura sering dijumpai. Dalam keadaan normal pleura parietalis menghasilkan cairan yang direabsorpsi oleh pleura viseralis. Kelebihan produksi cairan (misalnya akibat inflamasi) atau gangguan reabsorpsi menyebabkan akumulasi cairan. Gejala sesak napas timbul pada efusi dengan jumlah yang agak banyak.


Pleura mempunyai bentuk anatomi yang kompleks serta risiko kelainan patologi yang besar. Hal ini terlihat pada rongga pleura yang sewaktu-waktu dapat terkena keadaan patologis yang serius seperti efusi karena infeksi, neoplasma, hemotoraks, kilotoraks, empiema dan adanya udara karena pneumotoraks. Sedangkan tindakan peniadaan terhadap rongga pleura ini tidaklah memberikan akibat yang serius. Contoh keadaan ini dapat dilihat pada binatang gajah (mammalia), yang tidak mempunyai rongga pleura, sedangkan rongga yang potensial antara paru-paru dan dinding dada tugasnya digantikan oleh selapis jaringan yang elastis dan avaskular.

Download Selengkapnya DISINI

komentar | | Read More...

ASKEP KANKER LEHER RAHIM

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Penyakit kanker Merupakan salah penyakit yang sangat ditakuti oleh setiap orang, oleh sebab itu para ahli berusaha mencari cara untuk menanggulangi atau mendapatkan obat anti bagi penyakit.
Data WHO menyebutkan bahwa 2/3 dari penderita kanker akan meninggal, karena penyakit nya dan dalam perjalanan penyakitnya antara 45 % - 100 % dari penderita akan mengalami nyeri yang ringan sampai berat.
Dengan bertambah majunya usaha pengobatan penyakit kanker, maka bertambahlah jumlah penderita dengan ketahanan hidup yang panjang sehingga bertambah banyak pulalah penderita nyeri yang membutuhkan pengobatan dan sekitar 80-90% nyeri kanker dapat di tanggulangi jika hal tersebut di lakukan sesuai prosedur pengeloalaan penderita nyeri kanker yang dianjurkan WHO.



Tujuan
- Meringankan penderita-penderita nyeri kanker dalam usaha meningkatkan kualitas hidup
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam usaha mengatasi nyeri kanker secara efektif, efisien dan manusiawi
- Memberikan keyakinan pada penderita-penderita nyeri kanker ada solusinya untuk menangani nyeri kanker tersebut.

Download Selengkapnya DISINI
komentar | | Read More...

ASKEP GONORE (GO)

GONORE (GO)

 Definisi
Adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Neiserria gonorrhoeae. Ada masa tenggang selama 2 – 10 hari setelah kuman masuk kedalam tubuh melalui hubungan seks
- Pada sekitar 50% penderita gonore, ditemukan infeksi trikomoniasis dan / atau klamidia yang menyertainya.
- Cara penularan hampir semuanya melalui kontak seksual
 Insiden
- 30 50% kasus dengan strain yang resisten terhadap pengobatan PPNG (PenicillinaseProducing Neisseria Gonorrhoeae)
- Diatas 0,5 – 7% pada wanita hamil
- 60 – 80% kasus adalah asimptomatik



 Patofisiologi
Bakteri secara langsung menginfeksi uretra, endoserviks, saluran anus, konjungtiva dan farings. Infeksi dapat meluas dan melibatkan prostate, vas deferens, vesikula seminalis, epididimis dan testis pada pria dan kelenjar Skene, Bartholini, endometrium, tuba fallopi dan ovarium pada wanita.
 Tanda-tanda penyakitnya adalah nyeri, merah dan bernanah. Gejala pada laki-laki adalah rasa sakit pada saat kencing, keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung penis tampak merah dan agak bengkak. Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala. Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan. Akibat penyakit GO, pada laki-laki dan perempuan seringkali berupa kemandulan pada perempuan bias juga terjadi radang panggul, dan dapat diturunkan kepada bayi yang baru lahir berupa infeksi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
 Komplikasi


Download Selengkapnya DISINI
komentar | | Read More...

ASKEP GLAUKOMA 2

PENDAHULUAN


Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai ekskavasi glaukomatosa, neuropati nervus optikus, serta kerusakan lapang pandangan yang khas (Ilyas et al., 2002).
Glaukoma merupakan sekumpulan penyakit mata di mana terjadi kerusakan nervus optikus yang terletak di belakang mata dan mengakibatkan penurunan penglihatan tepi dan berakhir dengan kebutaan. Pada kebanyakan orang, kerusakan saraf mata ini disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata sebagai akibat adanya hambatan sirkulasi (Kartawidjaja D.,2007,http://www.pfizerpeduli.com).



Glaukoma adalah salah satu penyebab utama kebutaan dan rusaknya penglihatan di seluruh belahan dunia (Kartawidjaja D.,2007, http://www.pfizerpeduli.com).
Hampir 80.000 penduduk Amerika Serikat buta akibat glaukoma, sehingga penyakit ini menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah. Di Amerika Serikat diperkirakan terdapat 2 juta pengidap glaukoma (Vaughan et al., 1995).
Pada umumnya, orang suku Afrika dan Asia lebih tinggi resikonya untuk menderita glaukoma dan kehilangan penglihatannya dari pada orang kulit putih (Kartawidjaja D.,2007,http://www.pfizerpeduli.com). Prevalensi terbesar banyak terjadi pada orang Jepang (Ahmed I.I.K.,2006,http://www.emedicine.com).

Download Selengkapnya DISINI
komentar | | Read More...

KEGANASAN ALAT KANDUNGAN

KEGANASAN ALAT KANDUNGAN

I. KORIO KARSINOMA VILOSUM
Adalah Penyakit molahidatidosa yang dapat melakukan infansi kedalam otot rahim, disebut juga molahidatidosa

Gambaran klinis :
- Setelah dilakukan kuretage rahim tetap besar
- Pembesaran rahim mungkin Asimetris
- Perdarahan terus berlangsung
- Pemeriksaan hormonal tetap positif



Diagnosis Koriokaksinoma Vilosum
Dengan infiltrasi jaringan molahidatidosa kedalam otot rahim dapat menimbulkan perforasi sehingga terjadi perdarahan intra abdominal dengan melakukan tindakan operasi histerectomi dalam rahim dijumpai jonjot corion / gelembung mola.
Terapi :
- Pemberian stostatika dan histeretomi

Prognosa :
- Dengan pengobatan stostatika / kombinasi antara operasi, histerectomi dengan sitostatika hasilnya sangat memuaskan

download selengkapnya DISINI

komentar | | Read More...

Asuhan Keperawatan Hirschsprung

PENDAHULUAN

Pada tahun 1888 Hirschsprung melaporkan dua kasus bayi meninggal dengan perut yang gembung oleh kolon yang sangat melebar dan penuh massa feses. Penyakit ini disebut mengakolon kongenitum dan merupakan kelainan yang tersering dijumpai sebagai penyebab obstruksi usus pada neonatus. Pada penyakit ini pleksus mienterik tidak ada, sehingga bagian usus yang bersangkutan tidak dapat mengembang. Setelah penemuan kelainan histologik ini barulah muncul teknik operasi yang rasional untuk penyakit ini. (Behrman, 1999)
Pada penyakit ini, bagian kolon dari yang paling distal sampai pada bagian usus yang berbeda ukuran penampangnya, tidak mempunyai ganglion parasimpatik instramural. Bagian kolon aganglionik itu tidak dapat mengembang sehingga tetap sempit dan defekasi terganggu. Akibat gangguan defekasi ini kolon proksimal yang normal akan melebar oleh tinja yang tertimbun, membentuk megakolon.



Penyakit Hirschsprung mungkin disertai dengan cacat bawaan lain termasuk sindrom Down, sindrom Laurence Moon-Bardet-Biedl, dan sindrom Waardenburg serta kalainan kardiovaskuler (De Jong, 2005).

Selengkapnya Download DISINI
komentar | | Read More...

ASUHAN KEPERAWATAN NFARK MYOKARD AKUT

BAB I
INFARK MYOKARD AKUT

A. DEFINISI
1. Infark Myokard Akut (IMA) adalah suatu keadaan nekrosis miokard yang akibat aliran darah ke otot jantung terganggu (Hudack & Galo 1996).
2. Infark Miocard Akut adalah kematian jaringan miokard diakibatkan oleh kerusakan aliran darah koroner miokard (penyempitan atau sumbatan arteri koroner diakibatkan oleh aterosklerosis atau penurunan aliran darah akibat syok atau perdarahan (Carpenito L.J. , 2000).
Iskemia yang berlangsung lebih dari 30-45 menit akan menyebabkan kerusakan seluler yang irreversibel dan kematian otot atau nekrosis.
Gambaran distribusi dipengaruhi umur, geografis, jenis kelamin dan faktor resiko sesuai dengan angina pektoris atau penyakit jantung koroner pada umumnya



3. Infark miokard akut artinya kematian dari sebagian otot jantung akibat tidak cukupnya oksigen dan ini adalah istilah lain dari serangan jantung (Pertolongan Dasar gawat Darurat, 2004. RSU Dr. Saiful Anwar).

B. PATOGENESIS
Umumnya Infark Miokard didasari oleh adanya arteriosklerosis pembuluh darah koroner. Secara marfologis Infark Miokard dapat berupa transmural atau sub endokardial. Infark Miokard transmural mengenai seluruh dinding miokard dan terjadi pada distribusi suatu arteri koroner. Sebaliknya pada Infark Miokard subendokardial, nekrosis hanya terjadi pada bagian dalam dinding ventrikel dan umumnya berbercak-bercak dan tidak konfluens seperti Infark Miokard transmural. Infark Miokard subendokardial dapat regional (terjadi pada distribusi satu-satu arteri koronaria) atau difus (terjadi pada distribusi lebih dari satu arteri koroner). Patogenitas dan perjalanan kedua jenis Infark Miokard ini berbeda.

Download selengkapnya DISINI
komentar | | Read More...

ASUHAN KEPERAWATAN EMFISEMA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Emfisema adalah penyakit abstruksi kronik akibat berkurangnya elastisitas paru dan luas permukaan alveolus kerusakan dapat berbatas hanya di bagian sentral lobus, dimana dalam hal ini yang paling terpengaruh adalah integritas dinding bronkiolus, atau dapat mengenai paru keseluru tubuh, yang menyebabkan kerusakan bronkus dan alveolus.
Hilangnya elastisitas paru dapat mempengaruhi alveolus dan bronkus. Elastisitas berkurang akibat destruksi serat-serat elastin dan kologen yang terdapat di seluruh paru. Secara klinis, diagnosis emfisema di dasarkan atas tanda-tanda kelainan fisis dan adanya gambaran bayangan lebih radio loser sehingga corakan paru tampak lebih jelas selain gambaran fibrosisnya dan vaskuler paru yang relatif jarang. Namun diagnosis lengkap lengkap haruslah mencakup diagnosis etiologi dan Anatomi. Pendekatan diagnosis ini harus di dasarkan kepada pengertian patogenesis penyakit hingga diagnosis yang dibuat mencakup bentuk manifestasi, beratnya proses penyakit dan eteologi emfisema.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi
Emfisema adalah penyakit abstruksi kronik akibat berkurangnya elastisitas paru dan luas permukaan alveolus. Sehingga terjadi pelebaran permanen dari struktur paru yang melakukan perubahan gas yaitu distal dari bronkiolus terminalis, di sertai destruksi dinding alveoli.


Download Selengkapnya DISINI
komentar | | Read More...

Demam Tifoid

Demam Tifoid
Pendahuluan

Demam tifoid adalah infeksi akut usus halus. Dengan demam yang disebabkan oleh kuman Salmonella Typhii.Sinonim dari demam tifoid adalah thyfoid fever, enteric fever, thypus abdominalis. Demam tifoid masih merupakan penyakit endemik di Indonesia. Insidens demam tifoid bervariasi di tiap daerah dan biasanya terkait dengan sanitasi lingkungan seperti penyediaan air bersih, tempat pembuangan sampah, serta kebersihan individu.



Etiologi

Penyebab dari demam tifoid adalah kuman Salmonella typhii

Patogenesis dan Patofisiologis

Kuman Salmonella typhii adalah kuman gram negatif yang dapat hidup lama dalam air kotor, makanan yang tercemar dan alas tidur yang kotor. Masuknya kuman S. typhii ke dalam tubuh manusia terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi kuman. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung, sebagian lagi masuk ke usus halus dan bila respon imunitas humoral mukosa (IgA) usus kurang baik maka kuman akan menembus sel-sel epitel (sel M) dan selanjutnya ke lamina propia dan berkembang biak di jaringan limfoid plaque peyeri di ileum distal yang mengalami hipertrofi dan kelenjar getah bening mesenterika yang juga mengalami hipertrop.

download Selesngkapnya KLIK DISINI
komentar | | Read More...

ASUHAN KEPERAWATAN AFASIA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam berbahasa tercakup berbagai kemampuan yaitu, bicara spontan, komprehensi, menamai, repetisi ( mengulang), membaca dan menulis.
Bahasa merupakan instrument dasar bagi komunikasi pada manusia dan merupakan dasar dan tulang punggung bagi kemampuan kognitif. Bila terdapat defisit pada sistem berbahasa, penilaian faktor kognitif seperti memori verbal. Interpretasi pepatah dan berhitung lisan menjadi sulit dan mungkin tidak dapat dilakukan. Kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sangat penting. Bila terdapat gangguan hal ini akan mengakibatkan hambatan yang berarti bagi pasien.
Gangguan berbahasa tidak mudah di deteksi dengan pemeriksaan yang tergesa-gesa. Pemeriksaan perlu meningkatkan pengetahuan menganai pola gangguan berbahasa.


B. Rumusan masalah
- Apa definisi dari Afasia ?
- Sebutkan etiologi dari Afasia!
- Bagaimana masnifestasi klinis dari Afasia ?
- Bagaimana penatalaksanaan untuk Afasia ?
- Sebutkan pemeriksaan penunjang untuk Afasia!
- Bagaimana WOC untuk Afasia !
- Bagaimana asuhan keperawatan untuk Afasia ?

Download Askep Afasian DISINI
komentar | | Read More...

ASUHAN KEPERAWATAN DBD

PENDAHULUAN

Demam dengue/DF dan demam berdarah dengue/DBD (dengue haemorrhagic fever/DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai lekopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia, dan diatesis, hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai oleh hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh. Sindrom renjana dengue (dengue shock syndrome) adalah demam berdarah dengue yang ditandai oleh renjatan/syok.


ETIOLOGI
Demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk dalam genus Flavivirus, keluarga Flaviviridae. Flavivirus merupakan virus dengan diameter 30 nm terdiri dari asam ribonukleat rantai tunggal dengan berat molekul 4 x 106.
Terdapat 4 serotipe virus yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Terdapat reaksi silang antara serotype dengue dengan Flavivirus lain seperti Yellow fever, Japanese encehplalitis dan West Nile virus.

Download selengkapnya askep DBD DISINI
komentar | | Read More...

ASUHAN KEPERAWATAN COMBUSTIO / LUKA BAKAR

BAB I
LUKA BAKAR

A. Definisi
Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, cairan panas, listrik, dll). Atau zat-zat yang bersifat membakar (asam, kuat, basa kuat). Luka bakar merupakan salah satu jenis luka yang paling sering dialami oleh tiap orang, terutama anak-anak, setelah kecelakaan. Derajatnya berbeda-beda, dari luka bakar yang paling ringan yaitu akibat sengatan matahari, hingga yang terberat, menyebabkan kematian. Luka bakar yaitu luka yang disebabkan oleh suhu tinggi, dapat disebabkan banyak faktor, yaitu fisik seperti api, air panas, listrik seperti kabel listrik yang terbuka, petir atau bahan kimiawi seperti asam atau basa kuat.


B. Etioligi
Panas bukan merupakan satu-satunya penyebab dari luka bakar, beberapa jenis bahan kimia dan arus listrik juga bisa menyebabkan terjadinya luka bakar. Biasanya bagian tubuh yang terbakar adalah kulit, tetapi luka bakar juga terjadi pada jaringan dibawah kulit, bukan organ dalampun bisa mengalami luka bakar meskipun kulit tidak terbakar. Sebagai contoh, meminum minuman yang sangat panas atau zat kaustik (misalnya asam) bisa menyebabkan luka pada lerongkongan dan lambung. Menghirup asap dan udara panas akibat kebakaran gedung bisa menyebabkan terjadinya luka bakar pada paru-paru. Luka bakar listrik bisa disebabkan oleh suhu diatas 4982o celsius, yang dihasilkan oleh suatu arus listrik yang mengalir dari sumber listrik kedalam tubuh manusia.

Download selengkapnya askep luka bakar KLIK DISINI
komentar | | Read More...

ASKEP KARSINOMA MAMMAE

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN
KARSINOMA MAMMAE

PENGERTIAN
Carsinoma Mammae adalah pertumbuhan dan pembelahan sel khususnya sel pada jaringan mammae yang tidak normal / abnormal yang terbatas yang bertumbuh perlahan karena suplai limpatik yang jarang ke tempat sekitar jaringan mammae yang banyak mengandung banyak pembuluh limfa dan meluas dengan cepat dan segera bermetastase.
Penyakit kanker payudara / mammae adalah penyakit keganasan yang berasal dari struktur parnchim payudara. Paling banyak berasal dari epitel duktus laktiferus (70%), epitel lobulus (10%) sisanya sebagian kecil mengenai jaringan oot dan dan kulit payudara. Kanker payudara / mammae tumbuh lokal ditempat semula, lalu selang beberapa waktu menyebar melalui saluran limfe (penyebaran sitemik) ke organ vital lain seperti paru-paru, tulang, hati, otak dan kulit.


ETIOLOGI
Korsinoma mammae secara posti tidak diketahui penyebabnya tapi pencetus yang sering disebabkan oleh esterogen yang lebih dikenal esterogen denpendent mengandung eseptor yang mengikat estradid, suatu tipe esterogen yang pertumbuhannya dirangsang dirangsang oleh esterogen, karena reseptor ini tidak muncul pada jaringan payudara yang normal.

download selengkapnya askep Karsinoma mammae KLIK DISINI
komentar | | Read More...

ASUHAN KEPERAWATAN ABSES SEPTUM

PENDAHULUAN

Abses Septum nasi adalah kumpulan pus yang terdapat diantara tulang rawan atau tulang para septum nasi, Kasus ini sangat jarang terjadi sehingga tidak banyak dibicarakan dalam berbagai kepustakaan.
Kebanyakan abses septum nasi disebabkan oleh trauma yang kadang tidak disadari oleh pasien. Selain trauma, abses septum nasi juga disebabkan oleh pasca bedah atau sebagai komplikasi penyakit infeksi, bakteri pyogenik yang menyerang suatu hematom yang kemudian menjadi suatu abses. (1)
Gejala abses septum nasi adalah hidung tersumbat progresif yang ditandai dengan rasa nyeri berat, terutama terasa dipuncak hidung juga terdapat keluhan demam dan sakit kepala.
Abses septum harus segera diobati sebagai kasus darurat karena komplikasinya dapat berat, yaitu dalam waktu yang tidak lama dapat menyebabkan nekrose terjadi pada tulang rawan septum. Jika nekrose terjadi pada tulang rawan akan menimbulkan deformitans berupa hidung pelana, retraksi columela, dan pelebaran dasar hidung. Bila hilangnya tulang rawan septum terjadi pada anak, maka dapat menyebabkan gangguan perkembangan wajah.(2)

Abses septum nasi dapat juga menyebabkan komplikasi seperti infeksi ke intrakranial, trombosis sinus cavernosus, sehingga setiap kasus septum nasi dianggap sebagai kasus darurat yang memerlukan penaganan yang tepat dan segera.

Download selengkapnya askep abses septum KLIK DISINI
komentar | | Read More...

ASUHAN KEPERAWATAN ATELEKTASIS

BAB I
PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG
Atelektasis berkenaan dengan kolaps dari bagian paru. Kolaps ini dapat meliputi subsegmen paru atau seluruh paru. Atelektasis dapat terjadi pada wanita atau pria dan dapat terjadi pada semua ras. Atelektasis lebih sering terjadi pada anak yang lebih muda daripada anak yang lebih tua dan remaja. (1)
Stenosis dengan penyumbatan efektif dari suatu bronkus lobar mengakibatkan atelektasis (atau kolaps) dari suatu lobus, dan radiograf akan menunjukkan suatu bayangan yang homogen dengan tanda pengempisan lobus. Secara patologik, hampir selalu ada pula kelainan-kelainan lain di samping tidak adanya udara daripada lobus dan posisi yang disebabkannya daripada dinding-dinding alveolar dan bronkhiolar. (2)


BAB II
PEMBAHASAN

1. DEFINISI
Atelektasis adalah pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat penyumbatan saluran udara ( bronkus maupun bronkiolus ) atau akibat pernafasan yang sangat dangkal. (3)

2. ETIOLOGI
Penyebab dari atelektasis adalah :
1. Obstruktif :
Sebab utama dari atelektasis adalah penyumbatan sebuah bronkus. Penyumbatan juga bisa terjadi pada saluran pernafasan yang lebih kecil. Penyumbatan bisa disebabkan oleh adanya gumpalan lendir, tumor atau benda asing yang terhisap ke dalam bronkus. Atau bronkus bisa tersumbat oleh sesuatu yang menekan dari luar, seperti tumor atau pembesaran kelenjar getah bening. Jika saluran pernafasan tersumbat, udara di dalam alveoli akan terserap ke dalam aliran darah sehingga alveoli akan menciut dan memadat. Jaringan paru-paru yang mengkerut biasanya terisi dengan sel darah, serum, lendir, dan kemudian akan mengalami infeksi. (3)

Download selengkap askep Atalektasisi KLIK DISINI
komentar | | Read More...

Popular posts

Categories

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Bramatyo . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger